.

.

HIKMAH PENJAHIT

Share on :
HIKMAH PENJAHIT

Saat itu saya membutuhkan 2 karyawan, karyawan penjahit baju kemeja. Karena mendesak saya pasang iklan di media cetak. Keesokan harinya datang 15 orang melamar kerja. Masing-masing saya tes untuk membuktikan keahliannya. “Pak, benar Bapak sudah berpengalaman?” “Benar Pak” “Sudah berapa lama?” saya mulai menginterview. “Sudah 3 tahun, Pak.” Jawabnya. “Berarti Bapak sudah mahir, dong?” “Insya Allah, Pak!” Jawabnya mantap. “Ini saya kasih bahan yang sudah saya potong, tolong jahit dan itu mesin jahitnya. “Siap, Pak!” 1 jam belum jadi, 2 jam belum jadi, 4 jam belum jadi. Saya tanya, “Sudah jadi, Pak?” “Belum Pak!” jawabnya sambil ketakutan dan berkeringat. “Katanya sudah berpengalaman 3 tahun, kok sampai 4 jam belum jadi juga?” “Iya Pak, sumpah Pak saya tidak bohong.” Jawabnya sambil ketakutan. “Saya sudah 3 tahun pengalaman menjahit baju kemeja, Pak! Tapi Cuma kerahnya saja, Pak!” Saya terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi. 



Akhirnya saya baru sadar, sistem kapitalis menjadikan seorang karyawan semakin tidak bisa mandiri. Semakin lama dia menjadi karyawan, semakin dia tidak mandiri. Sebagian orang mengatakan menjadi pengusaha sangat beresiko, tapi ternyata menjadi karyawan lebih beresiko. Seorang pengusaha menciptakan pekerjaan, seorang karyawan mencari pekerjaan. Saat itu saya bertekad untuk menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya. Dan saat itulah saya mengajak setiap orang untuk menjadi seorang pengusaha untuk bersama-sama menciptakan lapangan pekerjaan. Sungguh menarik belajar dari perkataan para Sahabat, “Tunjukkan saya pasar!” Jawab Abdurrahman Bin Auf tegas ketika ditawarkan dengan segudang kemudahan. “Tunjukkan saya pasar!” Wahai para pengusaha! Ayu bangkit! Mereka menunggu karya besarmu. Sebaik-baik kamu adalah yang paling banyak manfaatnya, dan setiap kebaikan akan dibalas dengan 700 kebaikan di dunia dan di akhirat, dan Allah akan menolong hambah-Nya yang peduli dengan umat-Nya.

(Bagus Hernowo – Pesantren Entrepreuner)

0 comments on HIKMAH PENJAHIT :

Post a Comment and Don't Spam!

Berkomentarlah secara bijak

About

Powered by Blogger.

About Me

My Photo
Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia
Pengabdian tiada henti dari sebuah desa pedalaman di ambang lintas batas negara. Selalu berkarya, berprestasi, dan berbagi untuk dunia pendidikan. Pengabdian tidak semata memperhitungkan keuntungan materi semata, bermanfaat bagi sesama selalu didepankan. Berbagi tidak terbatas waktu dan ruang...

Search